Tampilkan postingan dengan label Pemuda Kristen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemuda Kristen. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Februari 2014

Disiplin Diri Datang Beribadah..

Disiplin adalah salah satu kunci sukses, sebab dengan disiplin akan tumbuh sifat yang teguh dalam memegang prinsip, tekun dalam usaha pantang mundur dalam kebenaran dan rela berkorban untuk kepentingan agama dan jauh dari sifat putus asa.
Ketepatan waktu dalam datang beribadah menjadi masalah banyak pemuda sekarang. Yang paling ironis adalah, ada orang Kristen yang datang beribadah terlambat, lalu pulang lebih awal sebelum ibadah selesai. Beberapa alasan dijadikan sebagai pembenaran keter- lambatan mereka, antara lain: sibuk memasak, jaga toko, banyak tugas, acara pesta, telat bangun, dll. Bahkan ada yang sengaja terlambat dengan alasan, telat sedikit itu sudah biasa di dalam ibadah. Coba torang bandingkan dengan urusan kantor/pekerjaan atau pergi ke sekolah/kampus, semua pasti merasa takut untuk datang terlambat. Kita pasti mau berkorban untuk bangun sepagi mungkin, rela untuk tidak sarapan, bahkan ngebut di jalanan, karena takut dimarahi jika datang terlambat. Padahal bila kita merasa Tuhan terlambat menjawab doa kita,  dengan pintarnya kita menuntut Tuhan dengan kata-kata yang mungkin menyakitkan hati Tuhan. Mengapa kita lebih memilih untuk takut kepada manusia, daripada takut kepada Tuhan?
Sobat muda, latihlah dan perbiasakan untuk kita datang tepat sebelum ibadah dimulai. Tuhan Yesus telah memberikan banyak kesempatan dan waktu yang dapat kita pergunakan dengan baik. Tuhan juga memberikan berbagai sarana bagi kita untuk dapat lebih disiplin, tekun dan rajin belajar. Tinggal diri kita sendiri, apakah mau memakai kesempatan dan segala fasilitas itu, agar kita bisa berhasil.
Kita bisa berhasil atau gagal, itu adalah sebuah pilihan. Mungkin sekarang kita harus bekerja ekstra mengalahkan rasa bosan, kemalasan, kesenangan duniawi dan bujuk rayu teman-teman kita. Bila kita bisa tetap mendisiplinkan diri, maka tak heran bila kita suatu saat bisa berhasil baik itu dalam studi, pekerjaan, pergaulan, dll. Tapi bila kita terlena dengan rasa malas dan terbujuk untuk melakukan yang lainnya tentu kegagalan itu sudah berada di ambang pintu.
Ingat, jam Tuhan bukan jam karet jadi kita jangan santai-santai , cuek , gak dengar panggilan Tuhan … jangan sampai kita tertinggal karena kita telat menyadari panggilan Tuhan.
 JAMnya pasti sekarang sedang berjalan terus , nanti kalau waktunya sudah PAS , maka TUHAN sendiri akan turun menjemput kita.
Kita yang menantikan TUHAN , kita berjaga-jaga..siap-siap..agar jangan tertinggal.
PrayYuk kita baca firman Tuhan : Ibrani 10 : 37 – 38 “Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya.” Firman Tuhan berkata waktunya sudah sangat singkat, Tuhan Yesus pasti akan datang segera, tidak di tunda2. Oleh sebab itu kita perlu menjaga iman kita dan hidup benar untuk berjaga2 dan siap sedia menyambut kedatangan TUHAN YESUS. Mari kita pergunakan waktu yang ada dengan lebih mendisiplinkan diri kita dalam beribadah.amin (csl)
Doa:
“Tuhan Yesus, terimakasih untuk setiap orang yang telah melatihku untuk mendisiplinkan diriku. Tolong aku untuk memanfaatkan waktuku dengan baik. Amin.”

Kamis, 31 Oktober 2013

Renungan Khotbah Ibadah Pemuda..



Bacaan : Filipi 1:12 – 26

Ilustrasi...
Sebuah bank di Binghamton, New York mengirimkan bunga kepada pesaing bisnisnya yang baru-baru ini pindah ke gedung baru. Kekeliruan terjadi di toko bunga, sehingga ucapan yang tertulis pada kartu yang menyertai rangkaian bunga itu berbunyi, "Diiringi rasa simpati kami yang terdalam."
Si pemilik toko bunga yang merasa amat malu memutuskan untuk meminta maaf. Namun, ia merasa lebih malu lagi ketika menyadari bahwa kartu yang ditujukan kepada bank itu disematkan pada rangkaian bunga yang dikirim ke rumah duka untuk menghormati orang yang telah meninggal. Kartu itu bertuliskan, "Selamat menempati lokasi baru Anda!"
Sebenarnya ucapan semacam itu tepat ditujukan bagi orang kristiani, karena mereka pindah ke suatu tempat baru yang sangat indah saat mereka meninggal. Mereka pergi untuk bersatu dengan Kristus, maka penderitaan serta dukacita selama keberadaan mereka di dunia telah sirna untuk selama-lamanya. Mendekati akhir hidupnya, Paulus mengatakan bahwa diam bersama-sama dengan Kristus "jauh lebih baik" daripada tetap tinggal di dunia (Filipi 1:23).
Ya, perpisahan memang menyakitkan. Namun, sebagai orang kristiani janganlah kita berduka seperti mereka yang tidak berpengharapan. Sebaliknya, kita dapat bersukacita, bahkan dengan berurai air mata, karena orang yang kita kasihi telah menempati rumah yang baru di surga.

Kehidupan tidak selamanya menyenangkan bagi setiap orang. Seperti roda, kadang kita ada di atas dan mengalami berbagai keberhasilan, kebahagiaan, dan kesenangan. Namun ada kalanya kita ada di bawah, lalu mengalami kesakitan, dukacita, dan kegagalan. Bagaimana pun, itulah kehidupan yang harus kita jalani. Kita pantang untuk menganggap posisi yang satu lebih baik dari yang lain. Karena, jika tidak ada kesedihan maka hidup ini akan hampa, demikian pula sebaliknya jika kita meniadakan kesenangan.

Pemahaman itulah yang mendasari pemikiran Rasul Paulus, terutama dalam bagian awal kitab Filipi. Sehingga sebagai orang yang ada di penjara dan kebebasannya terampas, ia tetap mampu bersyukur kepada Tuhan. Ucapannya Paulus,“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” memberikan kepada kita gambaran bahwa apa pun yang kita alami sesungguhnya merupakan peluang untuk memperoleh sesuatu dari Tuhan, yakni kebijaksanaan hidup. Hal mendasar yang ingin dikatakan Rasul Paulus adalah bagaimana kita dapat memaknai segala sesuatu dalam hidup ini secara positif. Tidak dengan sungutan atau omelan, tapi dengan ucapan syukur. “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan:Bersukacitalah!”(Flp.4:4).

Satu-satunya alasan Rasul Paulus dapat tetap bersukacita dalam segala penderitaan karena ia menjaga dirinya tetap berada di dalam Tuhan. Terjemahan lain dari Filipi 4:4 adalah: “Semoga kalian selalu bergembira karena kalian sudah hidup bersatu dengan Tuhan.” Saat kita hidup bersatu dalam Tuhan, maka seluruh kehidupan kita akan diperbaharui. Saat itulah kita tidak lagi memandang segala sesuatu dari sudut pandang manusia yang terbatas dan berpusat pada diri sendiri, tapi dari sudut pandang Tuhan.

Hari-hari ini mungkin kita menghadapi banyak kesulitan, atau sedang tenggelam dalam ratapan dukacita. Namun saat ini, jadilah seperti Rasul Paulus yang selalu berkemenangan dalam segala hal karena memiliki sukacita ilahi dalam dirinya. Jadi, nikmatilah hidup ini.

Mendengar kata penjara di benak kita pasti terlintas suatu tempat yang menyeramkan, pengap dan penuh sesak oleh orang-orang pesakitan.  Penjara adalah tempat bagi para penjahat dan orang-orang yang terlibat dalam kasus kriminal alias pelanggar hukum.  Penjara pada zaman Romawi sangat berbeda dengan penjara yang ada di negara kita saat ini.  Di Indonesia banyak penjara yang memiliki fasilitas cukup baik, ada yang ber-AC, bahkan kalau pejabat yang dipenjarakan fasilitasnya tidak kalah dengan hotel berbintang.

     Penjara-penjara Romawi adalah penjara yang letaknya di bawah tanah, gelap dan pengap;  dan makin berat perbuatan seorang hukuman semakin ia ditaruh ke bagian yang lebih bawah.  Inilah yang dialami oleh Rasul Paulus, ia harus mendekam di dalam penjara.  Apa kesalahan Paulus?  Ia dipenjara bukan karena telah melakukan kesalahan atau melanggar hukum, tetapi justru karena menyampaikan kebenaran melalui pemberitaan Injil.  "...aku dipenjarakan karena Kristus." (Filipi 1:13).  Meski harus mendekam dipenjara apakah ia sedih, kecewa dan marah kepada Tuhan?  Tidak!  Penjara tak membuat Paulus kehilangan semangat untuk melayani Tuhan, rohnya tetap menyala-nyala bagi Dia.  Tembok penjara tak mampu membelenggu Paulus.  Justru saat dibalik terali besi inilah ia tetap sanggup menguatkan jemaat Tuhan dengan surat-surat yang ia kirimkan.  Kokohnya tembok penjara juga tidak mampu merampas sukacitanya karena di penjara pun ia senantiasa bersukacita.

     Apakah dengan pemenjaraan terhadap Paulus Injil Kristus berhenti diberitakan dan jemaat Tuhan menjadi takut, lalu mereka bersembunyi dan meninggalkan iman Kristen?  Tidak!  Pemenjaraan terhadap Paulus justru membawa berkat dan dampak yang luar biasa.  "...apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil." (Filipi 1:12).  Bahkan jemaat Tuhan pada waktu itu malah semakin berani untuk memberitakan Injil, mereka "...bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut." (Filipi 1:14).

Jika engkau berdoa pada saat KESULITAN, doa itu akan meringankan kesulitannya.
Jika engkau berdoa pada saat GEMBIRA, doa itu akan melipatgandakan kegembiraanmu.

Minggu, 29 September 2013

FSPG 2013 Wilayah Langowan Dua

Big Choir : GMIM Sion Tempang, Sabtu 28 September 2013. Pukul 16.00


Dengan membawakan 2 buah lagu berturut-turut:

Hymne Pemuda GMIM

Engkau tlah terpanggil Pemuda GMIM
Menjadi pelayan-Nya di tengah dunia
Hidupmu hidup baru bersinarlah terus
Andalkan kasih Tuhan dalam pelayananmu
Pastikan sikapmu jadi suar yang jelas


Singsingkan lenganmu teruskan pelayanan
Dengan rasa sukacita layani gerejamu
Layani masyarakat bagikan kasih sayang
Tuhankan besertamu Pemuda GMIM
Diberkatilah engkau selama-lamanya


TUHAN Berapa Lama?

TUHAN..
Berapa lama lagi aku dilupakan?
TUHAN berapa lama lagi
Engkau sembunyi dariku?

Sampai kapan
aku kuatir?
Sampai kapan ku bersedih TUHAN?

Dan kini seteruku
smw seteruku telah menguasai diriku
dan kini seteruku
smw seteruku kini bersorak2 meninggikan diri atasku TUHAN!

TUHAN.. Ya TUHAN Allah..
Pandanglah aku...
TUHAN.. Jawablah aku..
Dengar doaku,,
TUHAN tolong pulihkan kekuatanku..
Agar mataku bercahaya..
Pulihkanlah semangatku..
Hanya engkau andalanku..
Dengan ini kami mendapatkan Nilai 78,29
dan kami tetap bersyukur, sadar diri, dan pastinya akan berbenah memberikan yang terbaik lagi di waktu yang akan datang, Semangat EFATA YOUTH CHOR Rumoong Bawah !!!

Minggu, 11 Agustus 2013

Latihan Kepemimpinan Pemuda Gereja (LKPG) di Jemaat Maesa Rumoong Bawah Amurang Dua

T e m a :  
"YANG MUDA YANG BERKARYA"

Sub Tema : 
Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu. (1 Timotius 4:12)

Dalam rangka menciptakan kader-kader pemuda gereja yang takut akan Tuhan, berintegritas, kreatif, berdedikasi untuk kepelayanan, maka Komisi Pelayanan Pemuda Jemaat GMIM "Maesa" Rumoong Bawah Wilayah Amurang Dua menggelar Latihan Kepemimpinan Pemuda Gereja (LKPG).

Dengan mengangkat Tema "Yang Muda Yang Berkarya" tentunya sebagai pemuda gereja dibekali dasar-dasar pelayanan sehingga sebagai pemuda siap menjadi garam dan terang dunia dimanapun kita pergi dan berada.

Peserta LKPG tingkat dasar ini tentu merupakan anggota pemuda GMIM yang sesuai dengan Tata Gereja 2007 Peraturan tentang Jemaat Bab VIII Pasal 26 ayat 4 huruf c adalah mereka yang berusia 17-30 tahun 364 hari dan belum menikah atau berumah tangga. Ada kurang lebih sekitar 200 orang peserta mengikuti kegiatan ini, peserta-peserta tersebut terdiri dari 10 Jemaat yang ada di Wilayah Amurang Dua dan para Jemaat undangan yang dari luar Wilayah Amurang dua. 

Kegiatan ini di buka lewat ibadah yang di pimpin langsung oleh Pdt. Sonny Krisen,S.Th, M.Th, yang mengambil pembacaan alkitab dalam 2 Timotius 2:1-13. Setelah itu kegiatan di buka secara resmi oleh Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah Amurang Dua Pdt.G.Tampi-Sengkej,S.Th.

Para narasumber yang membawakan materi juga sangat berpengalaman di bidang mereka masing-masing. Materi Pertama : Peran Pemuda Dalam Pemilu 2014 oleh Pnt. Ardiles Mewo, S.IP,M.Si
Materi Kedua : Peran Pemuda Di Jejaring Gereja oleh Dr.Peggy A. Mikel,SE,MA
Materi Ketiga : Entrepreneur oleh Audy Charles Lieke
Materi Keempat : Kipra Pemuda Gereja Di Era Otda oleh Andry Harits Umboh
Materi Kelima : Mengelola Admnistrasi Kesekretariatan oleh Jhon Taroreh, S.IP
Materi Kelima : Mengelola Administrasi Keuangan oleh Pnt. Toar Pangkey, ST, MT
Materi Keenam : Pola & Strategi Pelayanan Pemuda GMIM oleh Pnt. Billy Lombok, SH
Materi Ketujuh : Dasar-Dasar Kepemimpinan oleh Tertius V.Y. Ulaan, ST, MT
Materi Kedelapan : Etika Muda-Mudi Kristen oleh Pnt. Alvi Jones Ulaan, ST, MT
Materi Kesembilan : Metode-Metode PA oleh. Pdt. G.Tampi-Sengkej,S.Th
Materi Kesepuluh : . . . . . . .
Materi Kesebelas : . . . . . . .
Materi Keduabelas : . . . . . . .


Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan nanti, pemuda-pemuda gereja akan menjadi pemimpin-pemimpin yang berkualitas, bukan hanya dilingkup gereja saja, namun menjadi pemimpin yang berkualitas di tengah masyarakat.

Berikut beberapa dokumentasi LKPG di Jemaat "Maesa" Rumoong Bawah ^_^


Register Peserta



Peserta LKPG
Pdt.G.Tampi-Sengkej,S.Th - Pnt. Yobel Lengkong - Pnt.  Geri Rarung
Peserta dari jemaat Efata Rumoong Bawah



Pemberian tanda peserta hehe.. ^_^v peace
Narasumber : Dr. Peggy Mikel, SE,MA - Audy Lieke
Audi Lieke
Pnt. Billy Lombok
Foto bersama Ketua DPD KNPI Kab. Minsel

Rabu, 16 Februari 2011

Kisah Marilyn Manson..

Brian Warner adalah seorang remaja Kristen yang pemalu, minder,dan kurang PD. Tubuhnya kurus seperti penggaris dan wajahnya berjerawat.

Dalam gerejanya, ia termasuk remaja yang tidak pernah mendapat perhatian.Puncaknya ketika kaum muda di gerejanya mengadakan acara refreshing bersamadi sebuah taman hiburan, lagi-lagi Brian harus sendirian, terkucilkan darilingkungannya. Tak satupun orang yang menemaninya atau mengajaknyabicara. Seakan-akan Brian tak pernah ada di situ. Hal itu terlalu menyakitkanbaginya sehingga 3bulan kemudian Brian mundur dari gerejanya.

Bertahun-tahun kemudian remaja yang penuh sakit hati terhadap gereja ini tumbuh menjadi seorang pria yang sangat populer. Ia mengganti nama BRIAN dengan nama seorang cewek yang bunuh diri yaitu MARILYN, kemudian nama WARNER ia ganti menjadi MANSON, yg merupakan nama seorang pembunuh bertopeng. Ia membuat suatu grup band yang sekarang memiliki jutaan fans di seluruh dunia.

Ia adalah Marilyn Manson, seorang yang menyebut dirinya "maha bintang antikris". Marilyn Manson merupakan salah satu bintang rock terheboh abad ini. Prestasinya sebagai pengikut antikris mulai terlihat ketika lagu2nya membuat 2 penggemarnya membunuh teman-teman nya di SMU Columbine Colorado, dan masih banyak pengaruh Manson yang lain merusak generasi.

Kalau saja ada orang yang cukup peduli dengan Brian saat di taman hiburan itu. Kalau saja ada orang yang mau berteman dengannya, paling tidak menyebut namanya.

Kalau saja ada orang yang mengasihinya.

Kalau saja ada orang yang cukup perhatian dengannya, tentu saja Marilyn Manson tak pernah ada di dunia ini, namanya pun tak mungkin kita dengar.

Ini harus menjadi renungan buat kita semua yang mengaku diri sebagai orang Kristen yang penuh kasih. Apakah selama ini kita sudah peduli dengan saudara seiman kita? Jangan sampai kita dikejutkan dengan Marilyn Manson yang baru, yang ternyata adalah bekas anggota gereja kita yg sakit hati dan kecewa atas perlakuan kita.