Kamis, 21 November 2013

Gunung Soputan..

Simulasi Kebencanaan Geologi Gunung Soputan

Gbr.1. Gn. Soputan

Gbr.2. Desa Silian Tiga

Gbr.3. Pos Pengamatan Gn Soputan





Gbr.4. Persiapan
Gbr.5. Gunung Soputan dari jarak 3 Km
Gbr.6. Peserta Foto Bersama 

Data Gunung Soputan:
Lokasi Provinsi Sulawesi Utara
Koordinat 1.108°N / 124.725°E
Ketinggian1.784 m (5.853 kaki)
Jenis Stratovolcano (Tipe A)
Sejarah Letusan 1785, 1819, 1833(?), 1845, 1890, 1901, 1906, 1907, 1908-09, 1910, 1911-12, 1913, 1915, 1917, 1923-24, 1947, 1953, 1966-67, 1968, 1970, 1971, 1973, 1982, 1984, 1985, 1989, 1991-96, 2000-03, 2004, 2005, 2007, 2008,2011 dan 2012. Tipe erupsi dari Soputan adalah ledakan, kubah lava, aliran piroklastik, dan aktivitas strombolian.
Jarak yang di tempuh dari Pos Desa Silian ke Gunung Soputan kurang lebih 12 Km dengan waktu 1 Jam perjalanan dengan mobil rambo hehehee...


Sabtu, 02 November 2013

ADA JOH NGONI PE FAM DI SINI ..

Ingat KAWANUA-KAWANUA, walau hidup kita MAMAHIT dan makin SUPIT, DOMPIS sudah kosong, kita harus KAWET dan tetap optimis dan SUMENDAP (#semangat kalii). Jangan sampai hidup kita LUNTUNGAN-RANTUNG tidak KAIRUPAN, jadi preman di RATULANGI plaza dan PONDAAG indah plaza, tapi rejeki TANGKUDUNG datang.
Dalam bekerja, kita harus MAMUSUNG kan dada, berjalan MANDAGI ke atas jangan MANGUNDAP2, walau nafas kembang-KOROMPIS, mata air KAUNANG2, perut SUMUAL karena makan tidak teratur, coba cari udara SIGAR di TAIRAS RUMAMBI di samping TUMBUAN dan POHAN2 (perasaan yang íπí Batak deh...), tapi hati-hati ada ular SENDUK, bisa TUMBELAKA tiga-belas nanti.

Sebagai PANDELAKI pantang MARAMIS mengeluarkan air-mata apalagi kalau sampai menggerung-GERUNGAN.

Kalau kita mo berusaha, mo bekerja atau MONIAGA pasti kita bisa. Harus jujur agar tidak KORPITAN sendiri kalau ada masalah. Harus PANDEY PANTOW PULUAN bisnis yang bisa MONINGKA kan keuntungan.


Kita harus TUMANDUK pada perintah Tuhan, PAAT tuh dan MANGINDAAN nasehat orang-tua, hindari dunia ITEM, jangan me-ROMPAS milik orang lain, POSUMAH kita sukses KALALO rejeki kita tidak halal sehingga tisak menjadi PONTOH bagi anak-anak kita.
Mari kita semua berdoa LUMENTA kepada Tuhan dan minta TULUNG agar KIROYAN Tuhan DOTULONG kita semua.
Udah yee... lama-lama REMBET nihs, LAPIAN ciyuss amat bacanya... pasti LASUT diforward deh... Biar TAROREH persaudaraan torang tumbuh MAUKAR berkembang.
Salam joh for LUMOWA yg di Amurang, hehe :p

Kamis, 31 Oktober 2013

Renungan Khotbah Ibadah Pemuda..



Bacaan : Filipi 1:12 – 26

Ilustrasi...
Sebuah bank di Binghamton, New York mengirimkan bunga kepada pesaing bisnisnya yang baru-baru ini pindah ke gedung baru. Kekeliruan terjadi di toko bunga, sehingga ucapan yang tertulis pada kartu yang menyertai rangkaian bunga itu berbunyi, "Diiringi rasa simpati kami yang terdalam."
Si pemilik toko bunga yang merasa amat malu memutuskan untuk meminta maaf. Namun, ia merasa lebih malu lagi ketika menyadari bahwa kartu yang ditujukan kepada bank itu disematkan pada rangkaian bunga yang dikirim ke rumah duka untuk menghormati orang yang telah meninggal. Kartu itu bertuliskan, "Selamat menempati lokasi baru Anda!"
Sebenarnya ucapan semacam itu tepat ditujukan bagi orang kristiani, karena mereka pindah ke suatu tempat baru yang sangat indah saat mereka meninggal. Mereka pergi untuk bersatu dengan Kristus, maka penderitaan serta dukacita selama keberadaan mereka di dunia telah sirna untuk selama-lamanya. Mendekati akhir hidupnya, Paulus mengatakan bahwa diam bersama-sama dengan Kristus "jauh lebih baik" daripada tetap tinggal di dunia (Filipi 1:23).
Ya, perpisahan memang menyakitkan. Namun, sebagai orang kristiani janganlah kita berduka seperti mereka yang tidak berpengharapan. Sebaliknya, kita dapat bersukacita, bahkan dengan berurai air mata, karena orang yang kita kasihi telah menempati rumah yang baru di surga.

Kehidupan tidak selamanya menyenangkan bagi setiap orang. Seperti roda, kadang kita ada di atas dan mengalami berbagai keberhasilan, kebahagiaan, dan kesenangan. Namun ada kalanya kita ada di bawah, lalu mengalami kesakitan, dukacita, dan kegagalan. Bagaimana pun, itulah kehidupan yang harus kita jalani. Kita pantang untuk menganggap posisi yang satu lebih baik dari yang lain. Karena, jika tidak ada kesedihan maka hidup ini akan hampa, demikian pula sebaliknya jika kita meniadakan kesenangan.

Pemahaman itulah yang mendasari pemikiran Rasul Paulus, terutama dalam bagian awal kitab Filipi. Sehingga sebagai orang yang ada di penjara dan kebebasannya terampas, ia tetap mampu bersyukur kepada Tuhan. Ucapannya Paulus,“Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” memberikan kepada kita gambaran bahwa apa pun yang kita alami sesungguhnya merupakan peluang untuk memperoleh sesuatu dari Tuhan, yakni kebijaksanaan hidup. Hal mendasar yang ingin dikatakan Rasul Paulus adalah bagaimana kita dapat memaknai segala sesuatu dalam hidup ini secara positif. Tidak dengan sungutan atau omelan, tapi dengan ucapan syukur. “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan:Bersukacitalah!”(Flp.4:4).

Satu-satunya alasan Rasul Paulus dapat tetap bersukacita dalam segala penderitaan karena ia menjaga dirinya tetap berada di dalam Tuhan. Terjemahan lain dari Filipi 4:4 adalah: “Semoga kalian selalu bergembira karena kalian sudah hidup bersatu dengan Tuhan.” Saat kita hidup bersatu dalam Tuhan, maka seluruh kehidupan kita akan diperbaharui. Saat itulah kita tidak lagi memandang segala sesuatu dari sudut pandang manusia yang terbatas dan berpusat pada diri sendiri, tapi dari sudut pandang Tuhan.

Hari-hari ini mungkin kita menghadapi banyak kesulitan, atau sedang tenggelam dalam ratapan dukacita. Namun saat ini, jadilah seperti Rasul Paulus yang selalu berkemenangan dalam segala hal karena memiliki sukacita ilahi dalam dirinya. Jadi, nikmatilah hidup ini.

Mendengar kata penjara di benak kita pasti terlintas suatu tempat yang menyeramkan, pengap dan penuh sesak oleh orang-orang pesakitan.  Penjara adalah tempat bagi para penjahat dan orang-orang yang terlibat dalam kasus kriminal alias pelanggar hukum.  Penjara pada zaman Romawi sangat berbeda dengan penjara yang ada di negara kita saat ini.  Di Indonesia banyak penjara yang memiliki fasilitas cukup baik, ada yang ber-AC, bahkan kalau pejabat yang dipenjarakan fasilitasnya tidak kalah dengan hotel berbintang.

     Penjara-penjara Romawi adalah penjara yang letaknya di bawah tanah, gelap dan pengap;  dan makin berat perbuatan seorang hukuman semakin ia ditaruh ke bagian yang lebih bawah.  Inilah yang dialami oleh Rasul Paulus, ia harus mendekam di dalam penjara.  Apa kesalahan Paulus?  Ia dipenjara bukan karena telah melakukan kesalahan atau melanggar hukum, tetapi justru karena menyampaikan kebenaran melalui pemberitaan Injil.  "...aku dipenjarakan karena Kristus." (Filipi 1:13).  Meski harus mendekam dipenjara apakah ia sedih, kecewa dan marah kepada Tuhan?  Tidak!  Penjara tak membuat Paulus kehilangan semangat untuk melayani Tuhan, rohnya tetap menyala-nyala bagi Dia.  Tembok penjara tak mampu membelenggu Paulus.  Justru saat dibalik terali besi inilah ia tetap sanggup menguatkan jemaat Tuhan dengan surat-surat yang ia kirimkan.  Kokohnya tembok penjara juga tidak mampu merampas sukacitanya karena di penjara pun ia senantiasa bersukacita.

     Apakah dengan pemenjaraan terhadap Paulus Injil Kristus berhenti diberitakan dan jemaat Tuhan menjadi takut, lalu mereka bersembunyi dan meninggalkan iman Kristen?  Tidak!  Pemenjaraan terhadap Paulus justru membawa berkat dan dampak yang luar biasa.  "...apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil." (Filipi 1:12).  Bahkan jemaat Tuhan pada waktu itu malah semakin berani untuk memberitakan Injil, mereka "...bertambah berani berkata-kata tentang firman Allah dengan tidak takut." (Filipi 1:14).

Jika engkau berdoa pada saat KESULITAN, doa itu akan meringankan kesulitannya.
Jika engkau berdoa pada saat GEMBIRA, doa itu akan melipatgandakan kegembiraanmu.

Minggu, 29 September 2013

FSPG 2013 Wilayah Langowan Dua

Big Choir : GMIM Sion Tempang, Sabtu 28 September 2013. Pukul 16.00


Dengan membawakan 2 buah lagu berturut-turut:

Hymne Pemuda GMIM

Engkau tlah terpanggil Pemuda GMIM
Menjadi pelayan-Nya di tengah dunia
Hidupmu hidup baru bersinarlah terus
Andalkan kasih Tuhan dalam pelayananmu
Pastikan sikapmu jadi suar yang jelas


Singsingkan lenganmu teruskan pelayanan
Dengan rasa sukacita layani gerejamu
Layani masyarakat bagikan kasih sayang
Tuhankan besertamu Pemuda GMIM
Diberkatilah engkau selama-lamanya


TUHAN Berapa Lama?

TUHAN..
Berapa lama lagi aku dilupakan?
TUHAN berapa lama lagi
Engkau sembunyi dariku?

Sampai kapan
aku kuatir?
Sampai kapan ku bersedih TUHAN?

Dan kini seteruku
smw seteruku telah menguasai diriku
dan kini seteruku
smw seteruku kini bersorak2 meninggikan diri atasku TUHAN!

TUHAN.. Ya TUHAN Allah..
Pandanglah aku...
TUHAN.. Jawablah aku..
Dengar doaku,,
TUHAN tolong pulihkan kekuatanku..
Agar mataku bercahaya..
Pulihkanlah semangatku..
Hanya engkau andalanku..
Dengan ini kami mendapatkan Nilai 78,29
dan kami tetap bersyukur, sadar diri, dan pastinya akan berbenah memberikan yang terbaik lagi di waktu yang akan datang, Semangat EFATA YOUTH CHOR Rumoong Bawah !!!

Rabu, 11 September 2013

Andoy the Faithfull Boy from Philipines..

Ada seorang anak kecil kelas 4 SD yang selalu mengucap syukur dalam keadaan apapun. Ia tinggal di suatu desa Milaor, Camarines Sur,di Negara Filipina. Setiap hari untuk sampai ke sekolahnya ia harus berjalan kaki melintasi daerah yang tanahnya berbatu dan menyeberangi jalan raya yang berbahaya dimana banyak kendaraan yang melaju kencang. Setiap kali berhasil menyeberangi jalan raya tersebut, Andoy selalu mampir sebentar ke Gereja untuk berdoa. Tindakannya ini diamati oleh Pdt. Agaton. Karena merasa terharu dengan sikap Andoy yang lugu dan beriman tersebut. Suatu hari ketika Andoy hendak masuk ke Gereja Pdt. Agaton menyapanya.

Bpk. Pdt : "Selamat pagi Andoy, apa kabarmu? Apakah kamu akan ke sekolah?"

Andoy : "Ya, Bapa Pendeta!" balas Andoy sambil tersenyum.

Bpk.Pdt : "Mulai sekarang saya akan membantu dan menemani kamu menyeberangi jalan raya tersebut setiap kali kamu akan menyeberang.

Andoy : Terima kasih, Bapa Pendeta."

Bpk. Pdt : "sekarang apa yang akan kamu lakukan?"

Andoy : "Aku hanya ingin menyapa Tuhan Yesus... sahabatku."

Lalu Pendeta itu segera meninggalkan Andoy untuk melewatkan waktunya bersama Tuhan, tapi kemudian Pdt. Agaton bersembunyi dibalik altar untuk mendengarkan apa yang dibicarakan Andoy.

Andoy mulai berbicara kepada Sahabatnya

Andoy : "Engkau tahu Tuhan, ujian matematikaku hari ini sangat buruk, tetapi aku tidak mencontek walaupun teman2ku yang lain melakukannya. Ayahku mengalami musim paceklik dan yang bisa kumakan hanyalah kue ini.Terima kasih buat kue ini Tuhan!. aku tadi melihat anak kucing malang yang kelaparan dan aku memberikan kueku yang terakhir buatnya.. lucunya, aku nggak begitu lapar. Lihat, ini sepatuku yang terakhir..mungkin minggu depan aku harus berjalan tanpa sepatu. Engkau tahu Tuhan sepatu ini akan rusak, tapi tak mengapa..yang terpenting aku tetap dapat pergi ke sekolah.

TuhanKu kata orang-orang kami akan mengalami musim panen yang susah bulan ini, karena itu beberapa temanku sudah berhenti sekolah. tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi.

Oh ya, Engkau tahu Ibu memukulku lagi. Sakit sekali, tetapi aku bersyukur karena masih memiliki seorang ibu. Dan rasa sakit ini pasti akan hilang. Lihatlah lukaku ini Tuhan ??? Aku tahu Engkau mampu menyembuhkannya, disini bekas lukanya (Andoy memegang bekas lukanya) Tolong jangan marahi Ibuku ya..??? memang dia sedang lelah dan kuatir memikirkan kebutuhan makanan juga biaya sekolahku .. Itulah mengapa dia memukulku.

Oh ya..Tuhan. aku rasa aku sedang jatuh cinta saat ini. Ada seorang gadis yang cantik dikelasku, menurutMu apakah dia akan menyukaiku?

Ah..bagaimanapun juga aku tahu bahwa Engkau tetap menyukaiku karena aku tidak perlu menjadi siapapun untuk menyenangkan hatiMu. Engkau adalah sahabatku.

Hei.. Tuhan temanku, ulang tahunMu tinggal dua hari lagi, apakah Engkau gembira? Tunggu saja aku punya hadiah untukMu. tapi ini kejutan dan Aku harap Engkau menyukainya.Ooops aku harus pergi sekarang. Selamat siang"

Kemudian Andoy segera berlari keluar dan memanggil Pendeta Agaton.

Andoy : "Pak Pendeta..pa Pendeta..aku sudah selesai berbicara dengan Sahabatku, Tuhan Yesus, skarang anda bisa menemaniku menyeberang jalan!

Kegiatan tersebut berlangsung setiap hari, Andoy tidak pernah absen sekalipun.

Pendeta Agaton berbagi cerita ini kepada jemaat di Gerejanya setiap hari Minggu karena dia belum pernah melihat iman dan kepercayaan yang murni kepada Allah dan bersyukur saat situasi yang sulit terjadi seperti yang dimiliki Andoy.

Saat hari Natal tiba, Pendeta Agaton jatuh sakit sehingga dia tidak bisa memimpin gereja dan dirawat di rumah sakit. Pengelolaan Gereja diserahkan kepada 4 wanita tua yang tidak pernah tersenyum, mereka selalu menyalahkan segala sesuatu yang diperbuat orang lain.

Hari itu tgl. 25 Desember ketika 4 wanita tua tadi sedang berada di gereja tiba-tiba masuklah Andoy dan hendak menyapa Sahabatnya.

Andoy: "Halo Tuhan..Aku ...'

4 Wanita : "Kurang ajar kamu bocah !!! Apakah matamu tidak melihat kami sedang berdoa ??!!! Keluar.!!!"

Andoy begitu terkejut, karena tidak pernah ia diusir oleh Pdt.Agaton.

Andoy: "Dimana Bapa Pendeta? Dia seharusnya membantuku menyeberangi jalan raya.. dia selalu menyuruhku mampir lewat pintu belakang Gereja. tidak hanya itu, aku juga harus menyapa Sahabatku, hari ini adalah hari ulang tahunNya, aku punya hadiah untukNya ."

Ketika Andoy hendak mengambil hadiah tersebut dari dalam bajunya, seorang dari keempat wanita itu menarik kerah bajunya dan mendorongnya keluar. Andoy sedih, bigung dan setelah berpikir sebentar ia tidak mempunyai pilihan lain kecuali sendirian menyeberangi jalan raya tersebut.

Di situ ada sebuah tikungan yang tidak terlihat pandangan, sebuah bus melaju dengan kencang dan Andoy mulai menyeberang sambil melindungi hadiah tadi di dalam bajunya, sehingga dia tidak melihat datangnya bus tadi. Tiba-tiba brakkk ... (terdengar bunyi gaduh dan bus tadi berhenti mendadak) Apa yang terjadi? ternyata karena tidak bisa menghindari bus besar tadi Andoy tertabrak dan tewas seketika. Orang-orang disekitarnya berlarian dan mengelilingi tubuh Andoy yang sudah tak bernyawa.

Sedih...Saat itu entah darimana munculnya tiba-tiba datang seorang pria berjubah putih dengan wajah yang lembut namun penuh dengan air mata, ia memeluk tubuh Andoy dan menangis.

Orang-orangpun heran, mereka penasaran lalu bertanya;

Orang-orang : " Maaf Tuan, apakah anda keluarga bocah malang ini ? Apakah anda mengenalnya ?"

Dengan hati yang berduka ia segera berdiri dan berkata : "Anak ini namanya Andoy, Dia adalah sahabatku."

Lalu diambilnya bungkusan hadiah dari dalam baju Andoy dan menaruh didadanya. Dia lalu berdiri dan membawa pergi tubuh Andoy. Kerumunan orang tersebut semakin penasaran...

Malam itu, Pendeta Agaton menerima berita yang sungguh mengejutkan. Dia berkunjung ke rumah Andoy. Ketika Pdt. Agaton bertemu dengan orangtua Andoy ia bertanya; "Bagaimana anda mengetahui putera anda meninggal ?" Ibu Andoy menjawab sambil menghapus airmatanya: "Seorang pria berjubah putih yang membawanya kemari." Pdt. Agaton bertanya lagi: "Apa katanya ?"

"Dia tidak mengucapkan sepatah katapun. Dia sangat berduka. Kami tidak mengenalnya namun dia terlihat sedih, sepertinya Dia mengenal Andoy dengan baik. Tetapi ada suatu kedamaian yang sulit untuk dijelaskan mengenai dirinya. Dia menyerahkan anak kami dan tersenyum lembut. Dia membelai rambut Andoy dan mencium keningnya kemudian Dia membisikkan sesuatu" Jawab ayah Andoy.

Pdt.Agaton ; "Apa yang dikatakannya ?"

Ayah Andoy menjawab; " Dia berkata Terima kasih buat kadonya. Aku akan segera berjumpa denganmu.engkau akan bersamaku." Dan sang Ayah melanjutkan, "Anda tahu kemudian. semuanya itu terasa begitu indah.. aku menangis karena bahagia .. aku tidak dapat menjelaskannya, ketika Dia meninggalkan kami ada suatu kedamaian yang memenuhi hati kami, Aku tahu puteraku sudah berada di Surga sekarang. Tapi Pak Pendeta tolonglah katakan siapakah Pria ini yang selalu bicara dengan puteraku setiap hari di Gerejamu? anda pasti mengenalnya karena anda selalu berada disana setiap hari, kecuali hari ini saat puteraku meninggal¡¨

Tiba-tiba air mata Pendeta Agaton menetes dipipinya, dengan lutut gemetar Pdt. Agaton berbisik, "Dia tidak berbicara dengan siapa-siapa.. kecuali dengan Tuhan Yesus."

TUHAN YESUS MEMBERKATI

Minggu, 08 September 2013

Serba-serbi CPNS..

Pekan-pekan ke depan, kita akan dihiasi dengan lowongan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) yang bertebaran. Ada dari Kementrian Keuangan, Kementrian Sosial, BPS, Pemda Provinsi/Kabupaten/Kota, dan lain-lain. Lalu berbondong-bondonglah para sarjana dan diploma bahkan lulusan SMK untuk mencoba peruntungan mereka. Tulisan ini mencoba membedah, mengapa CPNS sedemikian populer. Darimana kepopuleran tersebut? Bagaimana pemikiran PNS merasuk ke generasi masa kini?

Mengapa PNS populer?

Abdi Negara
Karena PNS adalah pekerjaan terhormat dan bergengsi. Di mata masyarakat umum, menjadi PNS adalah pencapaian tertinggi dalam karier. Mengangkat harkat dan derajat keluarga. Kemudian menjadikan keluarga dan keturunannya disegani. Lebih dari itu, menjadi PNS artinya memiliki penghasilan yang bagus. Masa depan yang cerah dan kemungkinan keturunan yang disegani. Wow dahsyat. Tapi apa benar seperti itu? Apa benar penghasilan para PNS itu bagus? Entahlah. Supaya diskusi ini menjadi menarik tidak ada salahnya para PNS memberi jawaban.

Darimana kepopuleran tersebut?

Secara historis, kepopuleran tersebut berasal dari kolonialisme Belanda. Menjadi pegawai VOC adalah kebanggaan luar biasa pada tahun 1800-an. Berpakaian seragam dan menjadi pemimpin untuk pribumi. Berpendidikan hebat dan punya pengaruh kuat pada masyarakat. Siapa yang tidak ingin seperti itu? Para pemuda inlander sudah barang tentu menginkan hidup parlente dan kebarat-baratan. Seperti londo-londo itu! Hebatnya, 210 tahun sejak itu, menjadi pegawai pemerintahan tetaplah menjadi impian banyak orang Indonesia. Super sekali -mengutip Mario Teguh-

Bagaimana kepopuleran PNS merasuk ke generasi masa kini?

Ah, itulah, pertanyaan ini sulit dijawab. Banyak alasannya.  Tetapi saya menduga, era Orde Barulah yang pelopornya. Saat struktur birokrasi disempurnakan di bawah kendali para teknokrat. Orang-orang pintar lulusan luar negeri yang dipakai Pak Harto untuk membangun sistem. Mereka membuat citra yang eksklusif tentang pejabat-pejabat pemerintahan kita. Entah pegawai pemda maupun pemerintah pusat. Entah kementrian (dulu departemen) maupun lembaga non kementrian. Segera saja, kelompok-kelompok elit terbentuk. Entah karena ikatan suku (PNS asal minang, batak, bali). Ikatan agama (islam, kristen, hindu). Ikatan angkatan (sekolah kedinasan, almamater universitas) dan sebagainya.
Lalu secara sadar tidak sadar, keluarga-keluarga PNS ini mendoktrin anak-cucu dan tetangganya untuk mengikuti jejak mereka. Menjadi PNS. Kata-kata saktinya seperti ini,’Udahlah, jadi PNS aja. Kerja di swasta juga entar di PHK. PNS kan gak pernah di-PHK.‘ Sudah barang tentu kalimat sakti ini, kalau diulang-ulang akan menjadi kebenaran universal.
Lalu opini itu lambat-laun menjadi fakta. Luar biasa -meminjam tagline Andrie Wongso-

Efisiensi PNS dan merger kementrian

Tapi benarkah menjadi PNS adalah segala-galanya? Benarkah menjadi PNS artinya masa depan cerah? Mungkin ada benarnya juga. Tapi saya benar-benar kuatir. Bahwa apa yang kita yakini itu menjadi sesuatu yang khianat. Bagaimana bisa? Untuk sebuah komparasi saja, sebelum Anda meneruskan risalah saya ini, ada baiknya Anda membaca tulisan dari mantan Wapres kita Pak Jusuf Kalla di sini.
Kisah unik ini bermula saat Gus Dur menutup Departemen Penerangan dan Departemen Sosial. Siapa yang tahu masa depan? para PNS kedua departemen itu dibuat ketar-ketir. Bagaimana tidak? Mimpi tentang masa depan indah menjadi lenyap. Satu tahun setelah kejadian itu, akhirnya kita tahu. Departemen Penerangan berfusi pada Departemen Komunikasi. Departemen Sosial masih tetap ada. Syukurlah.
Tapi ide tentang efisiensi pegawai negeri dan kementrian yang menaunginya tak pernah mati. Para ahli manajemen dan guru besar universitas yang progresif sudah memikirkan hal-hal itu. Entah kapan akan diwujudnyatakan. Namun ide besar tentang efisiensi pegawai pemerintahan akan terus hadir. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara banyak terpakai oleh belanja pegawai. Sesuatu yang perlu kita kritisi. Mengingat produktivitas dan kompetensi PNS yang belum memadai. (Pengecualian untuk Kementrian Keuangan)

IT sebagai jawaban

Baiklah ini bukan sebuah tulisan yang konvergen, dimana ada kesimpulan di akhir tulisan. Biarkan saja menjadi divergen, dengan banyak kemungkinan. Hanya sekedar mengingatkan, bahwa dengan kemungkinan IT yang semakin baik dan komplek, kebutuhan akan manusia akan berkurang. Para pegawai kelurahan dan kecamatan yang banyak itu, bagus juga kalau dikurangi 8-10 orang. Hehehe..
Tapi tenang itu masih lama, 50 tahun lagi. Jadi sekarang sebaiknya kita daftar PNS saja. Biarkan saja, yang diterima 100 yang daftar 10.000 tidak apa-apa. Kartu kuning capek-capek antri atau SKCK berharga Rp 20.000 di Polsek. Cingcai-lah.
Untuk itu, secara politis, kita harus berterimakasih pada Bapak SBY yang membuka anggaran penerimaan PNS menjelang tahun 2014. Sungguh sebuah strategi yang menarik.
Tentang motivasi dan niat luhur mengabdi kepada negara, ah sudahlah, itu bahasan yang lain. Yang jelas kita tidak usah munafiklah, menjadi PNS adalah langkah realistis. Dapet ya syukur, gak dapet ya sudah, nasib. Hahaha..

sumber http://birokrasi.kompasiana.com/2013/09/08/serba-serbi-cpns--589963.html

Sabtu, 07 September 2013

Tanggung Jawab Setiap Pegawai Terhadap Kinerja..

Kinerja oraganisasi pada dasarnya merupakan tanggung jawab setiap individu yang bekerja dalam organisasi, sehingga dapat dikatakan kinerja organiasasi merupakan cerminan dari kinerja individu, dimana kinerja individu dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti pengetahuan, keterampilan, kemampuan, motivasi dan peran.
Pada umumnya, pegawai atau karyawan bekerja dalam kelompok atau tim, dimana kinerja tim dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: kohesivitas tim, kepemimpinan dalam tim, kekompakan tim, struktur tm, seberapa besar peran tim, serta norma dalam tim.
Lima tanggung jawab utama yang harus dipenuhi oleh individu dalam organisasi untuk mencapai kinerja yang diinginkan antara lain:
  • memberikan komitmen terhadap pencapaian tujuan; 
  • meminta umpan balik (feedback) atas kinerja yang telah ia lakukan; 
  • melakukan komunikasi secara terbuka dan teratur dengan manajernya; 
  • mendapatkan data kinerja dan membagi data itu kepada pihak lain; dan
  • menyiapkan diri untuk dilakukan evaluasi atas kinerja yang telah ia capai.
Tanggung jawab yang diberikan atasan kepada bawahan arus ada umpan balik, pemimpin harus bisa memberikan arahan dan bimbingan terkait dengan hasil kinerja seorang pewawai/karyawan yang telah diselesaikan. Hal ini dilakukan agar karyawan/pegawai dapat mengetahui kesalahan (bila ada) agar kesalahan tersebut tidak terulang kembali dalam penyelesaian tugas-tugas berikutnya.
 
From: http://pakpakmedia.blogspot.com/2012/10/tanggung-jawab-setiap-pegawai-terhadap.html